Radio Komponen Tools Jaringan Koneksi SIgnal Frekuensi

Showing posts with label Modifikasi Radio CB. Show all posts
Showing posts with label Modifikasi Radio CB. Show all posts

Thursday, December 27, 2018

CARA MUDAH DAN SIMPLE MODIF/GANTI TRANSISTOR FINAL CB C1969 DENGAN TRANSISTOR MOSFET

Potongan skematik bagian Penguat RF Linear radio CB seperti Colt 485, Colt 320, Lafayette 800, Lafayette 1200, Cobra GTL150 dan lain-lain, sebagai salah satu contoh untuk menjelaskan modifikasi ini, dan untuk tipe radio CB lain tidak terlalu jauh berbeda


Hallo rekan2 setia pengunjung blog Radio Tengkorak,

Salam terbaik untuk anda semua dan semoga tetap dalam keadaan baik dan masih mencintai hobinya masing2.

Untuk kali ini saya ingin mensharing pengalaman yang terjadi di lapangan dalam modifikasi/mengganti transistor final cb C1969 dengan transistor mosfet IRFZ 24 N dengan mudah dan simple, tapi hasil lumayan dengan power out tx 15 - 20 Watts setelah dilakukan pergantian transistor finalnnya.

Paling tidak hasilnya sama seperti sebelum diganti dengan transistor mosfet tetapi jauh lebih ekonomis jika  dibandingkan dengan harga transistor C1969, lagipula barangnya sudah sukar didapatkan di pasaran elektronik pada saat ini.

Sesuai judulnya pada artikel kali ini "Cara Mudah dan Simple Modif/Ganti Transistor Final CB C1969 dengan Transistor Mosfet"

Maka sengaja rangkaiannya saya buat simple, dalam artian tidak ada komponen tambahan untuk sistim regulator tegangan bias untuk kaki gate transistor mosfetnya seperti rangkaian yang umum dijumpai biasanya menggunakan ic regulator 7805 atau dioda zener 5 volts yang tegangannya bisa diatur dengan variable resistor sesuai keperluan, sebelum masuk ke kaki gate transistor mosfet.

Dan juga tidak ada rangkaian Companion Part disertakan pada kaki gate mosfetnya seperti artikel yang pernah dimuat di blog ini beberapa waktu lalu.

Alasannya agar tidak banyak merubah/menambahkan komponen pada rangkaian final radio cb.
Disini cukup hanya mengganti nilai sebuah resistor 10 ohm untuk tegangan bias kaki basis transistor final C1969 ( pada radio cb dengan nomor chassis PTBM121D4X), atau nomor chassis lainnya yang serupa untuk radio cb jenis Colt 485 Black Shadow, Colt320DX, Colt 320FM, Lafayette 800, Lafayette 1200FM, Cobra GTL150 dll.

Modifikasi ini berlaku juga untuk jenis2 radio cb tipe lainnya seperti Superstar 2000, 2200, 2400, Hygain V, Aries Super 120 dll, yang tidak bisa saya sebutkan semuanya disini karena kepanjangan namun mungkin untuk nilai resistor tegangan bias transistor finalnya sedikit berbeda-beda ada yang nilainya 10 ohm, 22 ohm, 27 ohm, 33 ohm dll.

Namun yang perlu diperhatikan pada jenis radio2 cb tipe tersebut diatas biasanya dilengkapi dengan sebuah dioda yang diparallel denga resistor tegangan bias ke arah groundnnya.

Maka kalau ada dioda tersebut kita harus melepasnya karena dengan dioda yang masih terpasang, sukar untuk memperoleh tegangan yang diinginkan untuk bias kaki gate mosfetnya.
 




Pada gambar diatas terlihat transistor final C1969 yang akan diganti dengan jenis transistor mosfet tipe IRFZ 24 N, yang pada gambar tsb ditandai denga lingkaran berwarna merah.

Demikian juga untuk resistor tegangan bias pada kaki basis transistor final C1969 ke ground yang nilainya 10 ohm harus diganti dengan nilai yang lebih besar seperti 56 ohm atau 68 ohm.

Mungkin nilai resistor tsb tidak mutlak harus 56 ohm atau 68 ohm, bisa saja berubah sesuai
hasil di tkp hehehe...

Tetapi dua nilai resistor tersebut adalah hasil yang saya dapatkan di tkp yang sudah dicoba beberapa kali dan selalu menunjukkan hasil yang sama.

Nilai resistor tersebut hanya untuk acuan awal saja, tetapi tujuan kita sebenarnya adalah untuk mendapatkan tegangan yang tepat sebesar 3.2 volts, untuk diberikan pada kaki gate mosfet  pada saat variable resistor/RV2 pada gambar tsb pada posisi maksimum ( catatan : pada nomor chassis seperti PTBM121D4X, posisi maksimum RV2 adalah diputar ke arah kiri habis  ), jadi kalau RV2 diputar berlawanan atau ke arah kanan, maka tegangan biasnya akan semakin mengecil.

Menimbang dan mengingat hehehe...kayak hakim sedang membacakan tutuntutan saja nih...
Menimbang rangkain ini tidak ada protek tegangan untuk bias kaki gate mosfet, maksudnya supaya simple dengan tidak adanya penambahan komponen seperti pembatas tegangan seperti pemakain ic regulator 7805 atau zener dioda 5volts, maka demi keamanan mosfetnya supaya tidak mudah jebol karena over voltage pada tegangan bias kaki gatenya.

Maka kita set tegangan bias mosfetnya maksimal  3.2 volts ( 3.2 volts adalah hasil dari beberapa percobaan di tkp dengan menggunakan berbagai tipe mosfet seperti IRF 510 N- 520 N - 530 N - 540 N, dan IRFZ 24 N dengan hasil sama adalah 3.2 volts untuk maksimal power out tx apabila digunakan pada final radio cb untuk menggantikan transistor C1969 ).

Set tegangan bias mosfet maksimal 3.2 volts pada saat posisi RV2 setelannya mentok diarah kiri/maksimal ( pada tipe radio cb yang saya sebut diatas ).

Tujuannya adalah, apabila kita mengatur/adjust VR2 nya memang maksimalnya pada nilai 3.2 volts, tidak bisa lebih lagi, dengan harapan mosfetnya tetap aman karena tidak ada spare lebih lagi tegangan biasnya dan kalau VR2 diputar ke kanan malah tegangannya akan mengecil, jadi aman kan...?

Jadi walaupun cara modifnya simple tapi keamanan untuk mosfetnya tetap terjaga supaya tidak mudah jebol walaupun harga mosfetnya cukup murah Rp 6000,- saja per buahnya di Denpasar, tapi kadang kita malas mengerjakannya kalau harus mengganti lagi mosfet yang jebol.

Bandingkan harga C1969 yang saat ini sukar didapat, walaupun ada harganya cukup lumanyun eh...maksudnya lumayan berkisar antara Rp 60.000 - Rp 80.000 bahkan mungkin bisa saja mencapai Rp 100.000 per buahnya ( menurut survey di tkp dan saya pernah beli juga di rekan2 memang harganya sekitar itu, dan kira2 sepuluh tahun kebelakang, saya masih ingat karena sering beli transistor tipe C1969 ini harganya cuma Rp 27.000 per buahnya di Denpasar.

Lha....kok jadi ngelantur ya...malah ngomongin harga transistor hehehe...:-)
Nggak apa2 ya...biar kesan tulisan artikelnya panjang, padahal pembahasannya sedikit saja :-)





Ok, rekan2 setia pengunjung blog RT, kita lanjut lagi ya...sharingnya.
Sekarang saya bahas triknya dalam mengerjakan/memasang mosfet.

Setelah kita lepas transistor C1969 yang akan diganti dengan mosfet, jangan dipasang dulu transistor mosfetnya, jadi biarkan kosongkan saja dulu tempatnya.

Tujuannya supaya mosfetnya tidak jebol sewaktu kita mengutak-atik/mencoba memasukkan tegangan biasnya, karena besaran tegangannya belum diketahui secara pasti.

Pada posisi VR2 mentok kearah kiri atau biasanya pada posisi ini adalah setelan maksimal tegangannya.

Lepas resistor niai 10 ohm dan ganti dengan 56 ohm, kemudian ukur tegangan di titik kaki untuk gate mosfet harus menunjukkan 3.2 volts.

Kalau hasilnya kurang dari 3.2 volts, coba ganti resistornya dengan yang lebih besar lagi atau 68 Ohm, dan sekarang ukur lagi tegangannya di titik kaki untuk gate mosfet.

Kalau sudah didapat tegangnnya 3 atau 3.2 volts sih sudah cukup dan biasanya menurut pengalaman saya di tkp, nilai resistornya kalau nggak pakai 56 ohm, pakai 68 ohm sudah tepat dapat tegangan 3.2 volts di titik kaki gate mosfet.

Sekarang apabila tegangan bias sudah didapat 3 atau 3.2 volts, kemudian baru bisa dipasang transistor mosfetnya seperti tipe IRFZ 24 N.


Sesuai pengalaman saya di tkp...bosan ah...bilang pengalaman di tkp terusssss hehehe....
Untuk mosfet tipe IRFZ 24 N adalah jenis mosfet yang paling bagus "sambil mengangkat dua jempol" jika dipakai untuk final radio cb mengantikan C1969, jika dibandingkan dengan tipe mosfet lainnya seperti tipe IRF510N-520N-530N-540N.

Bahkan pakai IRFZ 24 N, bisa didapatkan po tx lebih besar lagi hingga mencapai 20 watts lebih dibandingkan dengan C1969.

Wah...mudah2an didengar nih...sama pabriknya sipembuat IRFZ 24 N...biar saya dapat angpao karena ikut mengiklankan IRFZ 24 N hehehe...:-)




DOWNLOAD DATA SHEET IRFZ24N


Ada satu hal lagi yang saya sharingkan disini yaitu tolong diingat...itupun kalau anda percaya :-)
Pada waktu beli transistor mosfet apapun yang akan anda pakai untuk final tx atau akan anda kerjakan sebagai penguat rf, jangan sampai ketingggalan untuk menyebutkan huruf N dibelakang angka nya misal IRFZ 24 N, kalau anda diberi IRFZ 24 gundul orang brikeran bilang hehee...sama penjualnya jangan diterima, lebih baik pindah toko saja.

Karena menurut pengalaman di tkp...hehehe...pengalaman di tkp lagi tkp lagi...bosan ah....
dan melalui uji coba...kaya orang LIPI saja nih...ngomongnya :-)

Bahwa transistor mosfet yang dipakai untuk penguat rf tanpa ada huruf N dibelakang angkanya, tidak akan memberikan hasil yang maksimal bahkan sangat jauh dibawah hasilnya dibanding yang ada huruf N nya.

Ini terjadi pada saya sendiri, baru saja saya buang ( sombong dikit ah...) stok beberapa transistor mosfet seperti IRF510-520-530-540 dan IRFZ 24.

Mudah2an ini berguna untuk rekan2 setia pengunjung blog RT yang akan membeli transistor mosfet, tolong diingat ada huruf N nya untuk tujuan sebagai penguat RF.
 


...


Nah...pada gambar diatas, untuk yang kepepet apabila sukar lagi untuk mendapatkan transistor bagian driver radio cb tipe C2166.

Sama halnya seperti transistor final cb tipe C1969, dan transistor driver cb tipe C2166 pun sami mawon sukar didapatkan juga.

Apabila rekan2 menemukan jalan buntu sukar mendapatkan lagi transistor tipe C2166 tsb, bisa diganti juga dengan jenis mosfet tipe IRFZ 24 N.

Caranya sama seperti diatas, lepas dulu transistor C2166 nya kemudian ganti dulu resistor tegangan bias yang nilainya 33 ohm dengan 330 ohm, sebelum memasangkan mosfet IRFZ 24 N nya.

Kemudian ukur tegangan di titik untuk kaki gate mosfet harus maksimal 3.2 volts.
Setelah tegangan biasnya diperoleh tepat lalu sekarang bisa dipasangkan mosfet IRFZ 24 N nya.

Menurut uji coba di tkp...lagi2 tkp...hehehe...:-)

Hasil out power tx nya tidak sebesar hasil yang diperoleh jika masih menggunakan transistor C2166 untuk driver tx nya.

Tapi ini cukup lumayan lah...dari pada tidak ada solusinya dan bukankah sudah ada dan banyak radio2 cb baru, yang diproduksi sekarang sudah menggunakan transistor jenis mosfet pada bagian driver dan final txnya.


Selamat mencoba dan semoga sukses selalu.


Disclaimer :

Admin Radio Tengkorak tidak bertanggung jawab atas segala kerusakan yang mungkin terjadi pada radio CB anda, setelah anda melalukan modifikasi ini.



Salam terbaik,
Andi

Wednesday, October 24, 2018

PANDUAN MEMASANG DDS PADA RADIO CB

Radio CB Superstar 2200 yang dipasangi DDS

   PANDUAN MEMASANG DDS PADA RADIO CB

Mungkin ini salah satu solusi yang bisa kita lakukan untuk memasangkan dds pada radio cb yang bagian vco block atau ic pllnya rusak atau switch rotary channel rusak yang sukar untuk dicarikan penggantinya.

Ataupun hanya untuk sekedar mencoba merubah tampilan radio cb agar mudah bisa dibaca langsung frekwensi kerjanya secara akurat.

Saya kira lebih cocok lagi bagi rekan2 yang punya hobi dx'ing seperti saya, yang lebih suka menggunakan radio cb dengan dilengkapi booster ketimbang pakai radio hf allband.

Setelah radio cb ini dipasangi dds sebagai pengganti vco aslinya, mau bergeser kemanapun ok ok saja...he...he





DDS yang  dipasangkan pada radio CB Superstar 2200


Berbagai macam DDS yang di buat oleh rekan2 kita seperti pada foto, bisa dipasangkan pada radio CB semuanya sudah saya coba dengan hasil yang baik dan memuaskan







Cara penyuntikkan DDS pada Radio CB, salah satu contoh skematik Superstar 2000, 2200,2400 dll


Output dds dapat disuntikkan langsung pada titik output vco radio cb ( pada kaki sekunder trafo bpf T2 ).

Kaki trafo bpf ( T2 ) pada radio cb, bagian primer mempunyai 3 kaki dan sekundernya mempunyai 2 kaki dan salah satu kakinya terhubung ke ground pcbnya.


Blok Diagram VCO pada radio CB sebelum di pasang DDS


Kaki sekunder T2 yang lain aslinya terhubung ke 2 buah kapasitor yang menuju ke bagian rx mixer dan tx mixer, potong jalur pcbnya dengan pisau cutter biar terpisah sambungan antara kaki T2 dengan dua buah kapasitor tadi.


Blok Diagram VCO pada radio CB yang dipotong jalur pcb antara out VCO/T2 menuju ke 2 buah kapasitor RX/TX


Atau kalau anda tidak mau memotong jalur pcb tadi karena merasa sayang, bisa juga dilakukan dengan cara mencopot trafo bpf T2 terlebih dahulu.

Kemudian suntikkan output dds di titik pcb yang tersambung ke kapasitor tadi, sehingga kita sekarang tidak punya hubungan lagi dengan bagian vco out aslinya.


Blok Diagram VCO pada radio CB yang sudah dipotong jalur pcb out VCO/T2 dan DDS disuntikkan pada jalur pcb yang menuju ke 2 buah kapasitor RX/TX


Dengan demikian maka sekarang untuk rotary channel radio cb, coarse/fine, saklar band tidak berfungsi lagi karena posisinya sudah diganti dengan dds system, cuma sayangnya untuk mode FM jadi ikut tidak berfungsi juga karena sistim modulasi mode FM disuntikkan dari bagian vco nya, sedangkan sekarang vco nya sudah tidak digunakan lagi jadi mode FM nya pun ikut mati deh...tapi nggak apalah bagi saya hampir nggak pernah menggunakan mode FM tsb.

Untuk keperluan tegangan DDS bisa diambil dari titik kaki kolektor transistor regulator D325 seperti yang terlihat pada gambar dibawah kabel merah + dan kabel hitam -/gnd.



Output DDS disuntikkan pada titik output VCO radio CB


SETING FREKWENSI IF DDS :

Pada umumnya sebagian besar radio2 CB yang beredar di Indonesia seperti merk Superstar, Colt, Lafayette, Midland, Hy Gain, Cobra dll, memakai X'tal Filter ( Mechanical Filter yang bentuknya kotak logam ),  dengan frekwensi tepatnya 10.6935MHz yang sebagian akan terlihat tertulis pada badan mechanical filter tsb, dan sebagian lagi tidak terlihat. 
Dan secara umum kita sebut saja frekwensinya adalah 10.695MHz.

Sedangkan untuk X'tal BFO nya mempunyai frekwensi 10.692MHz, jelas terlihat pada tulisan di badan x'talnya.

Untuk mode USB, frekwensi IF pada DDS diseting pada 10.695MHz, dan apabila dirasa kurang zero beat, misal di tes pada ch 30 atau 27.305MHz, nada stasiun lawan yang diterima terdengar terlalu tinggi atau terlalu rendah bisa diatasi dengan menyetel kembali kapasitor trimer untuk mode USB pada X'tal BFO 10.692MHz sampai dirasa paling tepat zero beat baik tx maupun rx, atau dengan cara merubah nilai seting frekwensinya seperti yang akan saya jelaskan berikut dibawah ini.

Untuk mode LSB, frekwensi IF pada DDS diseting pada 10.693MHz atau frekwensi ini bisa saja sedikit bergeser naik atau turun tergantung seting kapasitor trimer untuk mode LSB pada x'tal bfo nya tadi.
Keterangan saya diatas mengenai seting frekwensi IF pada DDS tidak mutlak harus sesuai seperti yang disebutkan diatas bisa saja berubah sedikit cenderung turun dari 10.695MHz nilai frekwensinya, tergantung kasus yang ditemui di tkp hehehe...

Untuk seting frekwensi  IF pada DDS untuk radio cb biasanya dari 10.693 - 10.695MHz atau mungkin saja akan diperoleh hasil yang tepat zero beatnya pada 10.6948MHz atau 10.6949MHz atau contoh lain pada 10.6935 atau 10.6936MHz dst, silahkan dicari-cari nilai frekwensi IF nya yang paling tepat.

Hasil yang paling tepat untuk cara setting frekwensi IF pada DDS ini dilakukan pada saat tx/transmit dengan bantuan radio hf allband yang mempunyai display frekwensi counter harus diperoleh hasil yang tepat/zero beat pada frekwensi yang sama keduanya, dan untuk saat rx/receive ketepatannya hanya mengikuti saja dan sudah bisa dipastikan hasilnya akan tepat juga.

Singkat kata patokannya adalah pada saat transmit saja sambil melakukan seting frekwensi IF nya, dan untuk saat receive akan mengikutinya.


Radio CB Super Star 2200 dengan DDS sedang diuji coba di ruang bengkel Radio Tengkorak yang sempit



Radio CB Super Star 2200 dengan DDS yang ditempatkan di box plastik sederhana di stasiun Radio Tengkorak yang sempit


Satu unit DDS untuk dipakai pada dua radio, Super Star 2200 dan Yaesu FT180A

Disclaimer :

Admin Radio Tengkorak tidak bertanggung jawab atas segala kerusakan yang mungkin terjadi pada radio CB anda, setelah anda melalukan modifikasi ini.




Selamat mencoba dan semoga sukses

Popular Posts

Total Pageviews

RADIO Web 2. Powered by Blogger.